Langsung ke konten utama

Acai: Berry yang baik untuk kesehatan secara menyeluruh

Acai berry merupakan buah berry yang memiliki banyak manfaat dan keuntungan. Ada banyak hal tentang acai berry yang masih belum diketahui oleh banyak orang, dan rata-rata mereka tidak menyadari manfaat acai sepenuhnya. Tidak hanya sebagai antioksidan, tapi juga dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit seperti kanker.

"Kita semua tahu bahwa setelah didiagnosis terkena penyakit kanker, setiap orang hampir selalu merasa takut, seolah-olah hukuman mati telah diberikan mereka. Itu semua hanya masalah waktu. Tapi, saya adalah seorang dokter yang tidak hanya mendiagnosis penyakit, melainkan juga memberikan harapan selama seseorang masih punya kemauan,” Ungkap Dr Sonny Viloria, direktur medis dan pemilik Biovitale Health Clinic, Symbios Holistic dan Wellness Sanctuary.

Baginya menyerah bukanlah pilihan, "Itu sebabnya saya sertakan dalam perawatan pasien saya modalitas yang lain seperti diet, olahraga, obat-obatan, dan dosis tinggi dari buah super yakni acai berry. Saya memberikan obat farmakologis yang tepat dan modalitas pengobatan. Dari berbagai macam penyakit, hasilnya mereka lebih cepat pulih,” jelasnya.

Studi menunjukkan bahwa acai berry tidak hanya memiliki antioksidan tertinggi yang dikenal manusia. Tetapi juga sebagai sumber sterol, asam lemak esensial, serat, mineral, dan asam amino. Asam lemak esensial, omega 3, 6, dan 9 membantu memperlambat efek penuaan serta dapat menurunkan lemak jahat seperti kolesterol.

"Acai berry kaya akan antioksidan untuk melawan dan menyingkirkan radikal bebas yang merusak sel. Radikal bebas dapat menyebabkan diabetes, arthritis, penyakit jantung, serta menyebabkan pertumbuhan kanker, tumor, leukemia dan sebagainya," tutur Viloria.

Para ilmuwan telah mengklarifikasi bahwa acai berry merupakan makanan super nomor satu di dunia. Dr. Viloria menjelaskan, "Hal ini karena acai berry mengandung 10 kali tingkat antioksidan dari buah anggur merah dan blueberry. Dalam penelitian saya sendiri, acai berry efektif sebagai suplemen kesehatan untuk pasien saya. Saya juga belajar bahwa tingkat ORAC harian yang direkomendasikan adalah antara 3.000-5.000! Tapi, kebanyakan orang selalu sibuk dan lebih banyak mengonsumsi makanan cepat saji dan mie instan, dan hasilnya mereka hanya mendapatkan kurang dari 1.000 ORAC per hari!” tandasnya.

Viloria menyarankan setiap pasiennya supaya makan dengan antioksidan yang lebih besar, yakni mencari makanan dengan tingkat ORAC yang tinggi. Semakin tinggi jumlah ORAC, maka sifat antioksidan yang dimiliki lebih kuat. Sebut saja acai berry yang memiliki skor ORAC menakjubkan hingga 5.500.

Sumber: philstar.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waspadai 5 gejala kanker serviks

Gejala kanker serviks seringkali disalahartikan sebagai gejala menstruasi biasa. Salah satu hal yang menyebabkan kanker serviks menjadi berbahaya adalah gejalanya yang tak jelas sehingga terlambat untuk dirawat dan diobati. Kanker serviks sering ditemukan ketika sudah sampai tahap sedang dan menunjukkan gejala berbeda antara satu wanita dan wanita lainnya. Untuk itu sebaiknya wanita selalu mewaspadai gejala kanker serviks yang tersembunyi, seperti dilansir oleh Health Me Up berikut ini. 1. Pendarahan yang tak normal Setiap wanita yang memiliki kanker serviks sering mengalami pendarahan yang tak normal pada vagina mereka. Pendarahan ini bisa bervariasi dari parah hingga biasa dalam sebulan. 2. Keputihan Salah satu tanda kanker serviks adalah peningkatan keputihan yang tak wajar. Meski begitu ini seringkali berbeda-beda pada wanita satu dan lainnya. Biasanya keputihan berbau tak sedap, kental, dan mengandung jamur. Jika Anda mengunjungi ahli kandungan, sebaiknya jelaskan pada dokter men...

Bedakan Benjolan Tumor dan Kanker pada Payudara

Kanker payudara merupakan ancaman serius bagi kaum hawa. Bagaimana tidak, prevalensinya menempati urutan wahid jenis kanker paling banyak pada wanita, baik di dunia maupun di Indonesia. Untuk itu, wanita perlu lebih waspada dengan rutin melakukan pemeriksaan pada payudaranya. Namun tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Faktanya, hanya 15 persen dari benjolan yang bisa berkembang menjadi kanker. Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia (PP POI) Dradjat Ryanto Suardi mengatakan, selain kanker benjolan bisa berupa tumor jinak, namun keduanya tetap perlu diwaspadai. "Tumor jinak lebih tidak berbahaya daripada kanker karena tidak menyebabkan kegagalan organ yang dihinggapinya," jelasnya dalam konferensi pers Breast Cancer Expert Forum dengan tema "Transforming Advanced Breast Cancer at the Molecular Level", di Jakarta. Dradjat pun menjelaskan perbedaan keduanya, pertama kanker lebih cepat bertumbuh dibandingkan dengan tumor. Dalam 8-200 hari, se...

WHO: Jumlah kematian akibat kanker meningkat di Negara berkembang

Dalam empat tahun terakhir jumlah kematian di dunia akibat kanker menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkat cukup tajam. Seperti apa? "Untuk tahun ini masih belum diketahui, namun dari 2008 sampai 2012 menurut data dari badan internasional penelitian kanker khusus WHO kasus penderita kanker meningkat dari 1,4 juta menjadi 12,7 juta," kata Kepala International Agency for Research on Cancer (IARC), ddr. David Forman dikutip  Zeenews . WHO juga mengatakan selalu ada kasus baru terkait kanker, sampai saat ini sudah 28 jenis kanker ada di 184 negara di seluruh dunia. Selama empat tahun itu jumlah kematian yang disebabkan kanker melonjak dari 7.600.000 menjadi 8.200.000 dan lebih dari setengahnya berasal dari negara berkembang. Data tersebut juga menunjukkan terjadi peningkatan pada kasus kanker payudara. Sebanyak 1,7 juta wanita didiagnosis menderita penyakit ini pada tahun 2012. Kanker payudara ini menjadi penyebab paling umum kematian di kalangan wanita. "Kanker pa...